Badan Kredit Desa (BKD) merupakan usaha keuangan di desa yang pembentukannya lahir pada jaman penjajahan Belanda yang menjadi cikal bakal pendirian BPR hingga akhirnya dinasionalisasikan dan kemudian ditetapkan pada tanggal 11 Maret 1992 oleh Menteri Keuangan RI. Nasionalisasi ini menjadi pemacu pembangunan keuangan tingkat desa di Indonesia. Berdasarkan pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia, pada tanggal 1 Juni 2017, BKD berubah status menjadi Perseroan Terbatas. 

Status Perseroan BKD sebagai Perseroan Terbatas mendorong BKD untuk terus memberikan yang terbaik bagi setiap pemangku kepentingan pada masa perkembangan BKD maupun industri keuangan di Indonesia yang semakin melaju. Adanya intensitas persaingan dan perang harga antarindustri keuangan menjadikan Perseroan melakukan redefinisi visi dan misi: Menjadi Perusahaan Keuangan terkemuka di Indonesia. Visi tersebut menggambarkan motivasi Perseroan untuk bergerak ke bisnis lain yang terkait dengan inti bisnis Perseroan melalui sebuah tagline yang menjadi penguat yaitu “Dekat Dengan Rakyat”. Pertumbuhan yang bernilai dan berkesinambungan dalam Perseroan menjadi salah satu aspek penting yang senantiasa dikelola ADHI untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat luas.

BKD telah mampu menunjukkan kemampuannya sebagai perusahaan keuangan lokal di desa-desa melalui daya saing dan pengalaman yang dibuktikan pada keberhasilan manajemen keuangan yang sudah dijalankan. Keberhasilan usaha yang sudah diraih BKD bukan berarti tanpa dukungan dan peran serta masyarakat, untuk itu BKD berperan aktif dalam mengembangkan program CSR serta Program Kemitraan & Bina Lingkungan Perseroan.

Bidang Usaha Utama

Kegiatan usaha utama PT BANK BKD Banyumas (Persero). (BKD) adalah jasa keuangan. Seiring dengan pertumbuhan persaingan industri keuangan di Indonesia, BKD telah mengembangkan usahanya dengan memasuki sektor UMKM.

 

PT. Bank BKD Banyumas (Persero)
Realisasi Realisasi
2018 2019
Aset 3.761,0 20.095,4
Liabilitas 1.598,9 1.652,6
Ekuitas 2.162,1 2.442,7
Pendapatan Usaha 389,6 1.063,9
Laba Bersih 65,0 465,0
Beban Usaha (495,5) (855,9)

(Dalam ribuan rupiah)

Untuk memantapkan penetrasi pasar di industri consumer goods, dua perusahaan PT Mitra Bumdes Nusantara (MBN) dan Bumdes Bersama (PT Brayan Bumi Banyumas), membentuk perusahaan patungan (joint venture). Perusahaan joint venture itu adalah PT Mitra Desa Banyumas. Perusahaan joint venture itu akan focus di bisnis intermediasi bumdes-bumdes di banyumas dengan program kementrian BUMN. Menurut Dirut PT MBN Agus Erhan, pendirian usaha patungan baru ini, akan menciptakan peluang memperbesar pangsa pasar. Sebab, dua perusahaan besar ini akan saling memanfaatkan dan mengembangkan kekuatan yang dimiliki.

PT. Mitra Desa Banyumas adalah perusahaan joint venture dari dua perusahaan pemerintah dan desa, PT. Mitra Bumdes Nusantara dan PT. Brayan Bumi Banyumas dengan komposisi modal MBN sebesar 55% dan BBB sebesar 45%. Guna meningkatkan usaha perusahaan, nantinya akan didorong penguatan jaringan pemasaran dan distribusi secara bersama-sama.

Sesuai rencana, MBN akan membuka flagship BUMNshop dan Pertashop di banyumas untuk pasar retail dan beberapa unit SPBU modular milik BUMN yang di dirikan oleh PT. PERTAMINA (persero), guna mendukung program pemberdayaan masyarakat untuk kawasan Banyumas yang akan terealisasi pembangunannya di tahun ini juga. 

Sementara Direktur Utama Mitra Desa Banyumas, Bambang W Purnomo menjelaskan, pasar usaha bersama ke depan masih sangat terbuka, Ini potensi program BUMN untuk masuk. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Mitra Desa Banyumas mengungkapkan empat poin strategi yang akan dilakukan sepanjang tahun ini adalah, pertama penguatan kerja sama Bussiness to Bussines (B to B). 

Strategi kedua adalah Specific Focus, antara lain dengan meningkatkan penetrasi produk BUMN serta produk turunannya. Ketiga kita giatkan ekspansi dan difersifikasi dengan mengebangkan produk bahan dasar lainnya, juga melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan nasional. Sedangkan strategi terakhir adalah Bussiness to Customer. Ia menjelaskan, dalam strategi ini MDB melakukan kerja sama dengan minimarket untuk pasarkan produk yang simple dan menarik. 

PT. Mitra Desa Banyumas (Persero)
Realisasi Realisasi
2019 2020
Aset 1.100,0
Liabilitas
Ekuitas
Pendapatan Usaha
Laba Bersih
Beban Usaha

(Dalam ribuan rupiah)

 

PT Tirtamas Agri Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jaringan usaha agribisnis dengann memproduksi produk turunan dari sektor produksi pertanian dan peternakan. Dalam menjalankan usahanya, perusahaan sngat memperhatikan isu yang berkembang.
Usaha ini bergerak di bidang agribisnis sehingga isu bidang pertanian merupakan isu yang menjadi perhatian utama. Beberapa isu pertanian yang menjadi fokus bahasan adalah:
  • Alih Fungsi Lahan. Luas lahan yang akan dijadikan perkebunan yang akan direncanakan diperluas setiap tahunnya sedapat mungkin tidak menggunakan lahan yang sudah dimanfaatkan. Alih fungsi lahan ini dilakukan dengan disesuaikan peraturan perundangan yang berlaku yaitu memanfaatkan lahan yang tidak menguntungkan dan tidak mengurangi luas areal hutan.
  • Produk pesaing. PT TAM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis yang ingin mempunyai posisi sebagai market leader tidak hanya sebagai second liner saja. Beberapa produk optimis akan di produksi setelah diadakan survey pasar, ternyata bersama mitra binaan mempunyai peluang besar kedepannya untuk menembus pasar sangat dimungkinkan. 
PT. Tirtamas Agri Mandiri (Persero)
Realisasi Realisasi
2019 2020
Aset 1.025,0
Liabilitas
Ekuitas
Pendapatan Usaha
Laba Bersih
Beban Usaha

(Dalam ribuan rupiah)

 

disclaimer : Mohon maaf, laman ini masih dalam proses pengembangan, beberapa bagian informasi belum lengkap. Terimakasih atas kunjungan Anda, silakan kembali beberapa saat lagi.